Ilustrasi. Foto: Pinterest

Pakar Keamanan Pangan IPB Jawab Perdebatan Tentang Ikan Sapu-Sapu Apakah Layak untuk Dikonsumsi?

Tangkapan berton-ton ikan sapu-sapu belakangan waktu ini menjadi topik yang sedang diperbicangkan. Pembahasan mengenai manfaat ikan sapu-sapu bagi ekosistem ataupun aman jika dikonsumsi terus menjadi topik yang dibahas agar tak hanya dikubur hidup-hidup saja.

Melansir dari liputan6.com banyaknya hasil tangkapan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) di Jakarta banyak masyarakat awam yang bertanya-tanya apakah ikan yang habitat asalnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan ini bisa dimakan?

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan IPB University, Profesor Ahmad Sulaeman mengatakan bahwa pada dasarnya ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi asal berasal dari perairan tidak tercemar atau dibudidayakan di lingkungan yang bersih.

"Hal ini disebabkan habitat dan kebiasaan hidup dari ikan ini adalah di dasar sungai, rawa, got dan makan lumpur serta sisa organik sehingga ikan ini gampang mengakumulasi racun dari lingkungan hidupnya," kata Ahmad.

Habitat dan kebiasan itu membuat ikan yang berasal dari perairan tercemar memiliki risiko mengandung logam berat seperti merkuri, timbal dan kadmium yang berasal dari limbah pabrik dan limbah rumah tangga.

"Limbah rumah tangga dan industri seperti deterjen, pestisida, mikroplastik," tutur Ahmad menjawab pertanyaan Health Liputan6.com lewat pesan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.

Belum lagi, ikan sapu-sapu hasil tangkapan di sungai, selokan dan situ Jakarta kemungkinan mengandung banyak bakteri dan parasit karena hidup di air kotor. Jika seandainya anda sudah mengonsumsinya sekali dan jumlahnya masih sedikit sebenarnya tubuh maish mempunyai kemampuan mendetoksifikasinya. Namun kalau cukup banyak mengonsumsi ikan sapu-sapu bisa menimbulkan efek akut dan kronis.

 

Artikel Terkait