Ilustrasi. Foto: Pinterest

Serangan Jantung Kini Incar Usia Produktif, Yayasan Jantung Indonesia Ajak Warga Jakarta Bergerak

Penyakit jantung tak lagi identik dengan usia lanjut. Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menggelar acara Gebyar Jantung Sehat 2026 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (12/7). Kegiatan ini adalah sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk melawan gaya hidup sedentari yang kian mengkhawatirkan. Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan itu diisi dengan senam massal, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menjadi rujukan YJI yang menunjukkan pengidap penyakit jantung kini banyak menyerang kelompok usia muda dan produktif, bukan lagi sebatas lansia seperti anggapan umum selama ini.

Tren ini turut diperkuat temuan berbagai lembaga kesehatan sepanjang 2026 yang mencatat peningkatan kasus signifikan pada kelompok usia di bawah 40 tahun, dengan gaya hidup modern yang serba cepat, minim aktivitas fisik, dan penuh tekanan disebut sebagai salah satu pemicu utama.

Persoalan jantung bahkan sudah terdeteksi sejak usia sangat dini. Data Kementerian Kesehatan per 28 Juni 2026 mencatat dari sekitar 490.000 bayi baru lahir yang menjalani skrining dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekitar 4,3 persen atau setara 20.946 bayi menunjukkan indikasi kelainan yang mengarah pada penyakit jantung bawaan kritis. Temuan ini menjadi bagian dari program CKG yang hingga awal Juli 2026 telah diikuti sekitar 59,6 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Menyikapi tren tersebut, kalangan medis mendorong masyarakat usia produktif untuk mulai membiasakan pemeriksaan kesehatan berkala, menjaga pola makan rendah garam dan lemak jenuh, rutin bergerak aktif minimal 150 menit per minggu, serta mengelola stres dengan baik.

Langkah preventif sejak dini dinilai jauh lebih efektif dan murah dibandingkan penanganan setelah gangguan jantung benar-benar terjadi, mengingat penyakit kardiovaskular hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

 

Artikel Terkait