Ilustrasi. Foto: Pinterest

Menag Sebut Pemberian Daging Kurban Bukan Hanya Esensi dari Ibadah Tapi Juga Dorong Pemenuhan Gizi

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan makna penting dari Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 bagi masyarakat. Menag menyampaikan, selain menjalankan esensi dari beribadah, pembagian daging kurban juga memiliki peran strategis sebagai langkah konkret dalam pemenuhan gizi nasional untuk menekan permasalahan gizi.

Dikutip dari laman resmi Kemenag, menurut Nasaruddin, esensi dari ibadah kurban tidak boleh dilihat sebatas ritual keagamaan atau simbol semata. Kandungan dalam daging kurban juga mengandung kebermanfaatan untuk mencegah stunting.

“Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan dan protein keluarga, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting,” ujar Nasaruddin Umar dalam siaran persnya, Selasa (26/5).

Menag menjelaskan, keteladanan yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan umat manusia untuk selalu mendahulukan kemaslahatan publik yang lebih besar. Nilai pengorbanan dan kepedulian inilah yang dinilai harus mewujud dalam kehidupan berbangsa, salah satunya melalui pemenuhan hak gizi anak-anak kurang mampu.

Ia pun mengimbau seluruh umat Islam yang merayakan Iduladha untuk mengoptimalkan pendistribusian hewan kurban agar tepat sasaran dan memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi sesama.

“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 17 Mei 2026 lalu, pemerintah telah menetapkan 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan ketetapan tersebut, Hari Raya Iduladha 1447 H di Indonesia dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026.

 

Artikel Terkait