Ilustrasi. Foto: Pinterest

Rendang Kembali Harumkan Nama Indonesia di Panggung Kuliner Dunia 2026

Rendang yang merupakan hidangan khas Minangkabau yang kaya rempah, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon kuliner paling dihormati di dunia. Pengakuan ini semakin diperkuat setelah Indonesia dinobatkan masuk 10 besar destinasi wisata kuliner terbaik dunia 2026 versi Travel and Tour World (TTW), dengan menempatkan Padang sebagai salah satu kota yang disorot berkat rendang dan beragam masakan Minangkabau lainnya.

Melansir dari rri dalam daftar Top 50 Food Destinations Around the World for 2026, Indonesia menempati peringkat ke-10, mengungguli negara-negara yang selama ini dikenal sebagai kekuatan kuliner dunia seperti Prancis dan Thailand. Indonesia bahkan menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berhasil menembus 10 besar, unggul dari Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Rendang menjadi istimewa karena saat proses memasaknya memakan waktu berjam-jam menghasilkan daging empuk dengan cita rasa kompleks perpaduan cabai, serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang merah, dan bawang putih yang dimasak bersama santan kental. Kombinasi rempah inilah yang membuat rendang kerap dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia oleh berbagai media internasional.

Sejumlah koki internasional diketahui pernah mempelajari langsung teknik memasak rendang autentik dari pakar kuliner Tanah Air, sebuah momen yang menjadi bukti nyata pengaruh kuliner Nusantara di industri gastronomi dunia. Sejak 2013, rendang bahkan telah diakui UNESCO sebagai kuliner khas Indonesia.

Dalam laporan yang sama, tim editorial TTW menilai berbagai aspek mulai dari warisan kuliner, keragaman cita rasa daerah, budaya jajanan kaki lima, keberadaan restoran kelas dunia, hingga penggunaan bahan-bahan lokal dalam menyusun daftar tersebut.

Selain Padang, kota-kota lain seperti Semarang dengan lumpia, serta destinasi kuliner khas seperti gudeg Yogyakarta dan pempek Palembang turut memperkuat posisi Indonesia dalam peta wisata kuliner global.

Para pelaku pariwisata berharap momentum ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke sentra-sentra kuliner tradisional Indonesia dalam waktu dekat, sekaligus menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus melestarikan resep dan teknik memasak warisan leluhur.

 

Artikel Terkait