Ilustrasi. Foto: Pinterest

Program Diet Ketat? Hati-hati Bisa Picu Kolesterol, Ini Sebabnya!

 

Diet menjadi salah satu cara yang dianggap tepat untuk menyehatkan tubuh dengan menjaga pola makan ekstrem. Akan tetapi cara tersebut bisa menjadi kurang tepat jika salah dalam melakukan diet karena bisa memicu kenaikan kolesterol tinggi yang berbahaya.

Dikutip dari Antara Dokter Sermed Mezher mengatakan saat menerima diagnosis kolesterol tinggi memicu rasa urgensi muncul dan mempertimbangkan diet ketat atau pembatasan terhadap semua lemak dalam makanan.

Reaksi naluriah ini berasal dari keinginan untuk 'membersihkan' arteri secepat mungkin, tetapi defisit kalori yang tiba-tiba dan drastis justru dapat menjadi bumerang.

"Ketika tubuh memasuki keadaan semi-kelaparan, hati secara paradoks dapat meningkatkan produksi kolesterol untuk menjaga integritas membran sel dan sintesis hormon selama krisis yang dirasakan,” kata dokter tersebut.

Tubuh membutuhkan sejumlah kolesterol untuk membuat hormon, vitamin D, dan zat-zat yang membantu mencerna makanan.

Melakukan diet ekstrem dapat menurunkan tingkat metabolisme basal dan menyebabkan efek 'rebound' yang membuat profil lipid lebih buruk dari sebelumnya.

Mezher membagikan metode mengurangi kolesterol yang dapat dilakukan sehari-hari dan berkelanjutan yakni mengurangi asupan lemak trans yang sering ditemukan dalam margarin, gorengan, biskuit, dan kue kering.

"Anda dapat mengetahui apakah lemak trans ada atau tidak dengan mencari minyak nabati terhidrogenasi atau sebagian terhidrogenasi dalam daftar bahan. Produsen menambahkan ini untuk meningkatkan umur simpan makanan, tetapi juga meningkatkan kolesterol jahat dan mengurangi kolesterol baik, HDL,” tukasnya.

Kolesterol adalah senyawa lemak yang penting bagi tubuh karena berperan dalam pembentukan hormon, vitamin D, dan komponen membran sel. Namun, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, anda bisa mengalami penumpukan lemak di pembuluh darah. Penumpukan ini dapat membesar dan menyulitkan aliran darah melalui arteri. Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer.

 

Artikel Terkait