Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Anggota DPR RI Indah Kurniawati: Program Makan Bergizi Gratis Investasi Masa Depan Bangsa

Surabaya, Jawa Timur (18/9) – Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi MBG yang digelar di Kebon Kota Tropical Garden Restaurant & Hall, Surabaya, Rabu (17/9).

Menurut Indah, masalah stunting yang masih berada di angka 21% harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Dengan adanya program MBG, ia optimistis target pemerintah menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada 2029 dapat tercapai.

“Program MBG ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang masa depan bangsa. Dengan pemerataan gizi, kita ingin melahirkan generasi yang lebih cerdas, sehat, dan siap bersaing secara global,” tegas Indah.

Selain aspek kesehatan, Indah juga menyoroti efek ganda MBG terhadap perekonomian masyarakat desa. Bahan pangan yang digunakan dalam program ini diutamakan berasal dari produksi petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal. Hal ini, menurutnya, akan membuka pasar baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Indah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal program MBG agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami di DPR RI bersama Badan Gizi Nasional berkomitmen memastikan program ini berjalan baik. Karena yang kita bangun bukan hanya kesehatan, tetapi juga kemandirian ekonomi bangsa,” pungkasnya.

 

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya menyasar kepada penerima manfaat saja tapi juga mendorong dalam meningkatkaan perekonomian warga didaerah tersebut. Program baru ini dirancang untuk memberikan asupan gizi dan mengatasi kasus stunting di masyarakat khususnya di wilayah Jawa Timur.

 

 

Artikel Terkait