Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Ashabul Kahfi Tegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Program Makan Bergizi Gratis untuk Atasi Permasalahan Gizi

Makassar, Sulawesi Selatan – (15/9) – Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis negara dalam memutus rantai stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk memberantas permasalahan gizi dengan program MBG.

Dalam Sosialisasi Program MBG bertajuk “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” yang digelar di Vann in Sky, Makassar, Sabtu (13/9), Ashabul Kahfi menekankan bahwa DPR RI, khususnya Komisi IX, akan terus mendorong pemerintah agar MBG berjalan maksimal di seluruh daerah.

“Program MBG adalah investasi masa depan bangsa. Jika gizi anak sejak dini tidak terpenuhi, kita sedang mempertaruhkan kualitas SDM Indonesia. Ini bukan lagi isu kesehatan, tapi isu peradaban,” ujar Ashabul Kahfi.

Ia menambahkan, Komisi IX DPR RI berkomitmen memastikan implementasi program MBG berjalan sesuai sasaran, mulai dari pemenuhan standar gizi hingga keterlibatan UMKM lokal sebagai mitra penyedia pangan.

Selain Ashabul Kahfi, hadir pula perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Adib Alfikry, yang memaparkan bahwa hingga September 2025 sudah terdapat 51 Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) beroperasi di Kota Makassar. Menurutnya, SPPG bukan hanya tempat penyedia makanan bergizi, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat.

Sementara itu, Syamsul Tomar dari UIN Alauddin Makassar menegaskan bahwa stunting adalah ancaman multidimensi yang harus segera ditangani. MBG dinilainya hadir sebagai solusi nyata untuk memperkuat ketahanan gizi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut, Ashabul Kahfi menegaskan mengenai peran DPR RI terhadap program MBG. Program MBG akan dijalankan oleh Badan Gizi Nasional dan diawasi oleh Komisi IX DPR RI.

“Kami di Komisi IX akan mengawal kebijakan MBG agar bukan hanya mengatasi stunting, tetapi juga melahirkan generasi emas Indonesia 2045.” Lanjut Ashabul.

Melalui dukungan lintas sektor, MBG diharapkan mampu menjadi tulang punggung dalam menyelesaikan dua persoalan mendasar bangsa: stunting dan ketimpangan ekonomi lokal.

 

Artikel Terkait