Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo, Nihayatul Wafiroh Tekankan Pengawasan Ketat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Nganjuk, Jawa Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, tetapi merupakan strategi nasional untuk mengubah perilaku makan masyarakat dan memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Inisiatif ini dipandang sebagai senjata utama dalam perang melawan stunting, malnutrisi, dan rendahnya literasi gizi yang selama ini menjadi penghambat kemajuan bangsa.
Dalam sosialisasi yang digelar di Gedung Pertemuan Tanjunganom, Minggu (10/8), DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan bahwa MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diawasi ketat oleh Komisi IX DPR RI untuk memastikan tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Program ini adalah investasi jangka panjang. Kami akan mengawal agar setiap rupiah anggaran membuahkan generasi sehat, produktif, dan siap bersaing di level global,” tegas Tenaga Ahli DPR RI, M. Sam’ani Kurniawan.
BGN memastikan menu MBG disusun sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan standar gizi nasional, menggabungkan produk lokal dari petani dan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Alwin Supriyadi, Analis SDM Ahli Madya Sekretariat Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, menegaskan bahwa MBG bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sehat di sekitar sekolah.
Lebih jauh, Yasmin Nur Ditri dari Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN menyoroti bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada perubahan budaya makan:
“Kami ingin gizi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. MBG melibatkan semua unsur—guru, tenaga kesehatan, orang tua, petani—sehingga dampaknya meluas dan berkelanjutan.”
Program MBG menyasar anak-anak sekolah dari PAUD hingga SMA, mempersiapkan bonus demografi 2045 menjadi kekuatan produktif, bukan beban negara. Dengan target menghapus stunting dan meningkatkan kualitas gizi nasional, MBG diposisikan sebagai pilar kedaulatan kesehatan yang akan menentukan posisi Indonesia di kancah global.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.