Sudah Kaya Raya Tapi Masih Jualan, Ini Jawaban Santai Maia Estianty
Menurut Maia, orang yang melontarkan kritik kepada dirinya yang masih berjualan meskipun sudah kaya
Banjarbaru, Kalimantan Selatan (15/9) – Pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendorong percepatan penanggulangan stunting dan gizi buruk di Indonesia. Sosialisasi program ini dilaksanakan di Gedung Asrama Haji Banjarbaru, dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX, Mariana, bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) serta Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Melalui penyediaan makanan bergizi gratis, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima manfaat langsung, tetapi juga mendapat edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang.
“Pemenuhan gizi sejak dini adalah fondasi mencetak generasi unggul. MBG bukan hanya tentang memberikan makanan bergizi gratis, tapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat dan berkelanjutan,” tegas Mariana dalam sambutannya.
Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Gunalan, menambahkan bahwa gizi baik merupakan investasi jangka panjang bangsa. Ia menjelaskan, sebanyak 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah beroperasi di Kota Banjarbaru, berfungsi tidak hanya mendistribusikan makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat edukasi gizi bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Plt. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjarbaru, Maulidah, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tantangan triple burden of malnutrition – stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien – hanya dapat diatasi jika kesadaran kolektif mengenai pangan sehat dan aman terus dibangun, baik di sekolah maupun di komunitas.
Melalui sinergi DPR RI, BGN, Dinas Kesehatan, serta dukungan aktif masyarakat, program MBG diharapkan menjadi gerakan nasional yang mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.