Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo, Nihayatul Wafiroh Tekankan Pengawasan Ketat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (14/9) – Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P.H. Sitorus menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan pemberian makanan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk membangun masa depan bangsa.
Hal itu disampaikan Sihar dalam kegiatan sosialisasi MBG yang digelar di Sopo Godang Dos Marthabe, Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat (12/9). Acara ini dihadiri oleh perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.
“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari. Program Makan Bergizi Gratis memastikan anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan memperoleh asupan gizi layak agar mereka tumbuh menjadi generasi unggul,” ujar Sihar Sitorus.
Sihar menekankan, program MBG tidak hanya menyasar peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurutnya, penyediaan makan bergizi gratis akan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing global dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain itu, Sihar menyoroti dampak sosial-ekonomi program ini. Melalui Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG), program MBG mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong ekonomi lokal. Di Sumatera Utara sendiri telah berdiri 239 SPPG, dengan 9 di antaranya berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang masing-masing menyerap 45–50 tenaga kerja lokal.
Sihar menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan dalam menyukseskan program MBG.
“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Hanya dengan kebersamaan kita bisa memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas gizi seimbang,” pungkasnya.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.