Sosialisasi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat. Foto: Istimewa.

Sosialisasi PPM Fokus Bina Para Pelaku Usaha untuk Jalan Bersama dengan Program MBG

Bekasi, Jawa Barat (18/9) - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menggelar kegiatan sosialisasi Program Pemberdayaan Pelaku Usaha Daerah/UMKM/Masyarakat (PPM) sebagai upaya memperkuat peran pelaku usaha dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah merancang kegiatan PPM ini untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pelaku UMKM, pemerintah daerah, hingga komunitas masyarakat mengenai pentingnya penyediaan pangan bergizi, aman, dan berbasis potensi lokal.

Melalui sosialisasi PPM ini, BGN menegaskan bahwa keterlibatan para pelaku usaha merupakan kunci keberhasilan program MBG, khususnya dalam menghadirkan rantai pasok pangan bergizi yang konsisten dan berkelanjutan. Para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya standarisasi menu berbasis prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), pengolahan pangan lokal, serta penguatan kapasitas UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produksi dan kompetensi usaha.

Perwakilan BGN menyampaikan bahwa program PPM dirancang sebagai jembatan antara pemerintah dengan pelaku usaha daerah untuk menciptakan ekosistem pangan yang lebih kuat. “Para pelaku usaha memegang peran strategis dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Melalui PPM, kami ingin memastikan UMKM memahami standar gizi, keamanan pangan, dan inovasi produk agar dapat mendukung penuh pelaksanaan Program MBG,” ujarnya.

Selain meningkatkan wawasan teknis, kegiatan sosialisasi juga menjadi ruang dialog antar-sektor. Pemerintah daerah menyampaikan komitmennya untuk memperluas kolaborasi dengan pelaku UMKM, petani lokal, dan komunitas masyarakat. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk menghadirkan bahan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi lokal.

Sementara itu, salah satu narasumber menekankan bahwa PPM bukan sekadar program pelatihan, melainkan gerakan kolektif untuk membangun kesadaran gizi sejak dini. “PPM memberikan kesempatan besar bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus mengambil peran lebih penting dalam penguatan kesehatan masyarakat. Penggunaan bahan pangan lokal harus terus dioptimalkan untuk menghadirkan makanan bergizi yang sesuai kebutuhan,” terangnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan Program MBG bergantung pada kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Penguatan kapasitas UMKM, integrasi petani lokal, dan edukasi gizi menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem pangan yang kokoh menuju Indonesia Emas 2045.

 

Artikel Terkait