Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo, Nihayatul Wafiroh Tekankan Pengawasan Ketat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Makassar, Sulawesi Selatan (8/9) – Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan sosialisasi bersama pelaku usaha di Hotel Claro, Makassar pada 5 September 2025.
Menurut Tengku Syahdana, UMKM lokal memiliki peran vital bukan hanya sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. “Pelaku Usaha Daerah, UMKM, dan Masyarakat adalah tiga aspek penting dalam mewujudkan program ini. Mari kita bersinergi, memajukan bisnis lokal sekaligus mendukung program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.
Presiden Prabowo menargetkan 20 juta penerima manfaat MBG di tahun ini, dengan proyeksi hingga mencapai 82,9 juta penerima manfaat dan 30 ribu SPPG di seluruh Indonesia. Tengku Syahdana menegaskan, target besar ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan aktif pelaku usaha daerah dan masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Sulsel Muhammad Saleh, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar, Kepala Dinas Koperasi & UKM Sulsel Andi Erni, serta Kepala Reg KPPG Makassar Handayani. Mereka sepakat bahwa pemberdayaan UMKM dan pemanfaatan pangan lokal merupakan kunci keberhasilan program MBG.
Lebih lanjut, Tengku Syahdana menekankan bahwa BGN akan terus memperluas jaringan mitra di seluruh Indonesia, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan gizi anak-anak Indonesia terpenuhi. “Kita ingin melahirkan generasi emas Indonesia. Program MBG bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.