Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

UMKM Lokal Jadi Penggerak Utama Program Makan Bergizi Gratis di Palu

Palu, Sulawesi Tengah (Senin, 8/9) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palu tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui pelibatan aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), program ini diharapkan menjadi motor penggerak penyediaan pangan bergizi berbasis bahan lokal.

Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pemberdayaan Komunitas Masyarakat yang digelar di Aston Hotel, Kota Palu pada 4–6 September 2025 menghadirkan ratusan peserta dari kalangan UMKM, koperasi, desa, hingga lembaga pemerintahan.

Kadis Koperasi UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sisliandy Ponulele, menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak bisa dilepaskan dari peran UMKM.

“Program MBG tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal. UMKM dan koperasi menjadi tulang punggung distribusi serta penyedia pangan bergizi yang berkelanjutan,” ujarnya.

UMKM didorong untuk berinovasi dalam mengolah bahan pangan lokal seperti ikan, telur, daging, dan hasil pertanian menjadi produk bergizi yang sesuai standar kesehatan. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu mengurangi stunting, meningkatkan kualitas SDM, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Wakil Badan Gizi Nasional, Fitri Utami, menambahkan bahwa MBG 2025 dirancang sebagai intervensi gizi terpadu yang melibatkan seluruh rantai pasok pangan, mulai dari petani, nelayan, peternak, hingga UMKM lokal. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekitar 3.000 penerima manfaat akan mendapatkan makanan bergizi berbasis pangan lokal.

“Dengan melibatkan UMKM, MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi katalis penguatan ekonomi desa,” jelasnya.

Program ini semakin diperkuat dengan adanya regulasi Dana Desa 2025 yang mewajibkan alokasi 20% untuk ketahanan pangan. BUMDes dan BUMDes Bersama menjadi mitra strategis UMKM dalam produksi dan distribusi pangan bergizi.

Dengan sinergi antara pemerintah, UMKM, koperasi, desa, dan masyarakat, Program MBG di Palu diharapkan berjalan berkelanjutan, inklusif, dan berdampak ganda: mencetak generasi sehat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

 

Artikel Terkait