Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

UMKM Lokal Jadi Pilar Penggerak Program Makan Bergizi di Kendari

Kendari, Sulawesi Tenggara (8/9) – Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang besar bagi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Hal ini terlihat dalam kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Komunitas dan UMKM yang digelar di Hotel Claro Kendari pada 5 September 2025.

Acara dibuka oleh Analis Kebijakan Ahli Muda BGN, Rima Nurisa Brahmani, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan MBG. “Kemitraan yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas adalah kunci keberhasilan program MBG. Bersama, kita bisa wujudkan Indonesia sehat, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.

Praktisi UMKM Kendari, Abdul Hakim, menambahkan bahwa MBG bukan sekadar program gizi, melainkan juga motor penggerak ekonomi lokal. “Melalui keterlibatan UMKM, MBG diharapkan mampu mengatasi stunting sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Konsel, Asep Herianto Herman, menekankan pentingnya penerapan standar tinggi dalam operasional dapur MBG, mulai dari lokasi, fasilitas, kebersihan, hingga tenaga kerja. “Dapur bergizi yang memenuhi standar adalah fondasi utama keberhasilan program MBG,” jelasnya.

Praktisi UMKM muda, Gunawan Widarto, turut mendorong pemanfaatan superfood lokal Kendari seperti kelor, ikan laut, dan umbi-umbian. Menurutnya, bahan pangan lokal bisa menjadi sumber gizi berkualitas dengan harga terjangkau. “Gizi dulu, gadget bisa tunggu. Setiap rupiah untuk gizi adalah tabungan kesehatan jangka panjang,” ungkapnya.

Melalui sinergi dengan UMKM dan komunitas, program MBG di Kendari tidak hanya menjadi solusi atas masalah gizi, tetapi juga menjadi strategi nyata untuk memperkuat ekonomi lokal serta menyiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

 

Artikel Terkait