Tiga Prajurit TNI Gugur, Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi Misi Kemanusiaan di Lebanon
Puan menyampaikan evaluasi tersebut harus mencakup kejelasan misi, mandat, kesiapan operasional, ser
Nganjuk, Jawa Timur (22/9)– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digulirkan melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Banaran, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, bersama mitra kerja dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Dalam sambutannya, M. Yahya Zaini menegaskan bahwa program MBG bukan hanya sebatas upaya penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah dan ibu hamil, namun juga memiliki makna yang lebih luas.
“Program ini sekaligus memberikan contoh nyata mengenai seperti apa makanan bergizi yang seharusnya dikonsumsi. Dengan begitu, masyarakat dapat meniru pola makan sehat ini dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini menjadi langkah penting dalam memutus rantai berbagai persoalan kesehatan, termasuk gizi buruk dan stunting,” ujar Yahya Zaini saat sosialisasikan program MBG di Desa Banaran Minggu (21/9).
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar manfaat dari MBG benar-benar dirasakan secara luas. Program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan bangsa yang sehat dan berdaya saing.
Melalui sosialisasi MBG, DPR RI bersama BGN berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perbaikan gizi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan. Dengan generasi yang tumbuh sehat dan kuat, Indonesia memiliki modal penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi program MBG ini juga menjadi ruang bagi masyarakat Nganjuk untuk memahami secara langsung esensi program MBG, sehingga dapat mendorong partisipasi aktif baik sebagai penyedia pangan lokal maupun penggerak dalam pelaksanaan program di lapangan.