Ilustrasi penipuan phone phising. Foto: Istimewa

Hati-hati! Terima Telepon Asing Kurang 3 Detik Bisa Berujung Penipuan AI, Tiru Suara dan Curi Uang

Menerima telepon asing dengan satu sapaan selama kurang lebih tiga detik bisa berujung penipuan suara menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Saat ini, modus penipuan voice phishing melalui telepon meniru suara keluarga menggunakan AI tengah marak dan memakan sejumlah korban terjadi di Korea Selatan.

Diwartakan Asia Kyungjae, untuk melancarkan aksi ini, pelaku akan melakukan panggilan dan merekam suara korban.

Biasanya, pelaku hanya akan menelepon dan menunggu tanpa bersuara hingga korban menjadi lawan bicaranya terpancing mengucapkan sepatah atau dua patah kata.

Sampel rekaman tersebut, meski hanya berupa kata sapaan seperti, "Halo, siapa ini?" bisa diolah menjadi kalimat utuh oleh Deep Voice AI untuk menipu orang lain.

"Dengan menggunakan suara dipelajari, pelaku bisa meminta keluarga atau teman Anda untuk mengirimi uang karena ada keadaan darurat seperti kecelakaan lalu lintas," kata Professor Cho Sooyoung dari Sookmyung Women's University.

Bahkan, perusahaan antivirus komputer McAfee mengatakan, gaya bicara dan kalimat seseorang bisa ditiru hanya menggunakan sampel suara selama 3 detik.

Melansir engagement.virginia.edu, modus penjahat dunia maya dengan menelepon target dan berpura-pura menjadi anggota keluarga atau teman.

Mereka menargetkan orangtua atau kakek-nenek berpura-pura menjadi anak atau dewasa muda sedang dalam masalah atau mengalami keadaan darurat seperti bepergian dan kehilangan dompet, berada di penjara, atau alasan lain membutuhkan uang dengan cepat.

Penipu akan mencoba menelepon target dan berinteraksi cukup lama untuk merekam suara, kemudian menggunakan klon suara AI mereka untuk mengakses akun keuangan dan layanan lainnya dengan pengenalan suara.

Berikut tanda-tanda penipuan kloning suara antara lain:

  • Situasi darurat.
  • Rasa urgensi bagi Anda untuk segera bertindak. Penipu tidak ingin memberi waktu berpikir.
  • Percakapannya mungkin singkat, dan penelepon mungkin berkata tidak bisa berbicara lama.
  • Permintaan uang dalam bentuk transfer kawat, bitcoin, kartu hadiah, aplikasi pembayaran, atau informasi rekening bank.
  • Permintaan informasi pribadi.
  • Permintaan merahasiakan pembicaraan.
  • Suatu tawaran kedengarannya terlalu bagus menjadi kenyataan.

Berikut ini tindakan bisa dilakukan menghindari penipuan:

  • Biarkan panggilan tak dikenal masuk ke pesan suara.
  • Jangan percaya pada ID penelepon; itu juga bisa dipalsukan.
  • Jangan memberikan informasi pribadi, seperti informasi bank atau kata sandi.
  • Ajukan pertanyaan hanya orang sungguhan tahu jawabannya dan bukan informasi publik.
  • Tutup telepon, atau gunakan telepon lain, jika tersedia, untuk menghubungi orang tersebut secara langsung menggunakan nomor aslinya.
  • Jaga privasi media sosial dan dorong orang lain melakukan hal sama. Penipu akan mempelajari tentang Anda, teman dan keluarga untuk ditiru.(*)

Artikel Terkait