Ilustrasi. Foto: Pinterest.

BPOM Kembali Bongkar Puluhan Obat Ilegal Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mengungkap temuan produk obat bahan alam (OBA) ilegal dan berbahaya yang beredar di masyarakat. Dalam pengawasan sepanjang Juli 2026, BPOM menemukan 38 produk OBA ilegal melalui kegiatan sampling, pengujian produk, serta penelusuran sarana produksi dan distribusi di berbagai daerah.

Temuan ini menyusul pengungkapan serupa pada Mei–Juni 2026 yang mengungkap 31 produk obat herbal dan suplemen kesehatan ilegal, di mana 30 di antaranya terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) yang dilarang.

Dikutip dari kompas.com Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, produk-produk berbahaya ini biasanya dipromosikan dengan klaim yang terkesan menjanjikan hasil instan, mulai dari peningkat stamina pria atau obat kuat, pereda pegal linu dan nyeri sendi, hingga produk pelangsing maupun penambah berat badan. Klaim semacam ini kerap menjadi jebakan bagi konsumen yang ingin mendapatkan hasil cepat tanpa menyadari risiko kesehatan di baliknya.

Bahan kimia obat yang ditemukan dalam produk ilegal tersebut beragam, mulai dari sildenafil sitrat yang biasa digunakan sebagai obat disfungsi ereksi, deksametason dan prednison sebagai obat antiradang, hingga zat yang lebih jarang ditemukan sebelumnya seperti pirimidenafil.

Penggunaan bahan kimia obat tanpa pengawasan tenaga medis dan tanpa dosis yang tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, mulai dari gangguan tekanan darah, gangguan irama jantung, kerusakan fungsi hati dan ginjal, hingga berujung pada kematian jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau berlebihan.

BPOM juga menemukan sebagian besar produk ilegal tersebut tidak memiliki nomor izin edar (NIE) resmi, bahkan beberapa mencantumkan NIE fiktif untuk mengelabui konsumen agar tampak legal dan aman dikonsumsi.

Untuk melindungi diri dari peredaran obat abal-abal, masyarakat diimbau selalu memeriksa keabsahan izin edar produk melalui aplikasi resmi BPOM sebelum membeli, mewaspadai produk dengan klaim yang terdengar berlebihan atau terlalu instan, serta tidak mudah tergiur diskon besar untuk produk kesehatan yang dijual di platform daring tanpa keterangan produsen yang jelas.

Konsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi langkah paling aman sebelum mengonsumsi obat maupun suplemen kesehatan apa pun.

 

Artikel Terkait