Rekomendasi 6 Outfit Perempuan Bertubuh Mungil yang Terlihat Anggun
Yang terpenting adalah anda harus merasa nyaman dan percaya diri dengan outfit yang anda sedang guna
Produk-produk kecantikan mengandung campuran zat-zat kimia yang bisa menyebabkan jerawat atau breakout dikulit. Kondisi breakout pada seseorang tak hanya disebabkan oleh perubahan hormon saja melainkan juga bisa disebabkan oleh produk kecantikan skincare yang digunakannya.
Dikutip dari laporan Kompas.com CEO dan pendiri Bella Schneider Beauty, Bella Schneider menekankan akan pentingnya memilih produk yang aman bagi kulit.
“Pastikan produk kamu bersifat non-comedogenic, yang berarti diformulasikan agar tidak menyumbat pori-pori atau menyebabkan jerawat,” tutur Bella Schneider.
Memiliki rutinitas perawatan kulit dan wajah yang khusus adalah hal yang umum bagi banyak orang, baik itu perempuan atau laki-laki. Namun seseorang juga harus memperhatikan kandungan beberapa produk yang dipakainya.
Berikut ini 7 kandungan skincare dan makeup yang menyebabkan breakout:
1.Alkohol
Alkohol sering digunakan dalam produk skincare dan makeup untuk memberikan efek ringan dan cepat kering. Namun, bagi kulit yang rentan berjerawat, kandungan ini justru bisa memperparah kondisi.
“Alkohol menghilangkan terlalu banyak minyak alami, membuat kulit kering, dan merusak lapisan pelindung kulit, yang kemudian mengganggu pH kulit sehat dan memicu jerawat,” ujar dokter kulit Rachel Nazarian.
Ketika skin barrier rusak, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami peradangan, sehingga jerawat pun lebih mudah muncul.
2. Acrylic
Acrylic sering digunakan dalam makeup untuk membantu bahan menyatu dan menempel lebih lama di kulit. Namun, sifatnya yang oklusif justru bisa menjadi masalah.
“Ini seperti menaruh lapisan plastik di kulit. Apa pun yang ada di bawahnya akan terjebak dan menyumbat pori-pori,” jelas Schneider.
Akibatnya, kotoran, minyak, dan bakteri tidak bisa keluar dari pori-pori, sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat.
3. Bismuth oxychloride
Bahan ini sering ditemukan dalam produk powder atau foundation karena memberikan efek kilau yang menarik. Namun, efek sampingnya tidak bisa diabaikan. Bismuth oxychloride dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif, yang kemudian memicu peradangan dan jerawat. Kulit yang teriritasi cenderung lebih reaktif, sehingga lebih mudah mengalami breakout.
4. Mica, silica, dan talc
Ketiga bahan ini sering digunakan untuk memberikan efek glowing atau halus pada kulit. Meski terlihat aman, ternyata ada risiko yang perlu diperhatikan.
“Mica, silica, dan talc memiliki kemampuan untuk menutup permukaan kulit dan menyumbat pori-pori,” ungkap Nazarian.
Selain itu, bahan-bahan ini juga bisa menyebabkan kulit menjadi kering, yang kemudian memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasi. Kondisi ini dapat memperparah jerawat.
5. Pewangi dan pewarna buatan
Fragrance dan pewarna sintetis memang membuat produk lebih menarik, baik dari segi aroma maupun tampilan. Namun, Nazarian mengingatkan, bahan ini sering menjadi penyebab iritasi.
“Pewangi dan pewarna dapat menyebabkan iritasi yang mengubah pH kulit dan meningkatkan peradangan. Hal ini bisa memicu lesi jerawat yang meradang,” terangnya.
Kulit yang sensitif terhadap bahan kimia ini akan lebih mudah mengalami breakout, bahkan hanya dengan paparan dalam jumlah kecil.
6. Petrochemical
Petrochemical seperti parafin, mineral oil, dan petrolatum sering digunakan untuk menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi, Schneider menyebutkan, efeknya bisa berbeda pada kulit berjerawat.
“Bahan ini memang mengunci kelembapan, tetapi juga dapat menyumbat pori-pori dan membantu bahan lain masuk lebih dalam ke kulit,” katanya.
Selain itu, bahan oklusif ini juga dapat menjebak panas di kulit, yang berpotensi memperparah kondisi jerawat, terutama pada kulit yang sensitif terhadap panas.
7. Silicone
Silicone banyak digunakan dalam primer dan foundation untuk memberikan tekstur halus dan lembut. Namun, sifat oklusifnya bisa menjadi masalah bagi sebagian orang. Silicone dapat membentuk lapisan di atas kulit yang menjebak minyak dan kotoran di dalam pori-pori.
Pada kulit yang rentan berjerawat, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat baru. Meski tidak semua orang mengalami efek negatif, pemilik kulit acne-prone sebaiknya lebih selektif dalam memilih produk berbahan silicone.