Ilustrasi. Foto: Pinterest

Mentai dan Matcha Jadi Primadona Baru di Dunia Kuliner Tanah Air

Dua elemen rasa asal Jepang, mentai dan matcha, tercatat menjadi tren dominan yang mewarnai lanskap kuliner kekinian di Indonesia sepanjang tahun ini. Keduanya konsisten muncul di berbagai menu kafe hingga jajanan kaki lima, menjadikannya salah satu ciri khas gaya bersantap generasi muda perkotaan saat ini.

Dikutip dari detik.com mentai yang berasal dari kata mentaiko atau olahan telur ikan khas Jepang, kini lebih dikenal luas di Indonesia sebagai saus creamy berwarna oranye hasil perpaduan mayones, bumbu gurih, dan sentuhan pedas. Ciri khas penyajiannya adalah proses pembakaran atau torching pada bagian atas hidangan hingga sedikit kecokelatan, menghasilkan aroma serta tampilan yang menggugah selera sekaligus fotogenik.

Popularitas rasa ini didorong oleh karakter rasanya yang cenderung aman di lidah banyak orang, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis hidangan, mulai dari makanan berat hingga camilan ringan.

Sementara itu, matcha terus mengalami perluasan varian penyajian. Jika sebelumnya dikenal terutama sebagai minuman teh hijau, kini matcha hadir dalam berbagai bentuk olahan seperti matcha latte, es krim, kue, tiramisu, hingga croffle.

Selain rasa yang dianggap berbeda dari minuman manis pada umumnya, matcha juga kerap dikaitkan dengan citra gaya hidup yang lebih sehat, sehingga semakin diminati kalangan anak muda. Warna hijau khasnya turut menjadi daya tarik visual tersendiri, membuat produk berbahan matcha kerap dijadikan konten di media sosial.

Banyak kafe di kota-kota besar kini menjadikan menu berbahan matcha sebagai andalan utama seiring permintaan yang terus meningkat. Fenomena ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen, dari sekadar mencari rasa manis konvensional menuju eksplorasi rasa yang dianggap lebih premium dan berkarakter.

Tren mentai dan matcha ini turut mendorong pertumbuhan bisnis kuliner skala kecil dan menengah, yang berlomba menghadirkan inovasi menu berbahan dasar keduanya.

Bagi para pelaku usaha diingatkan agar tetap memperhatikan konsistensi kualitas, mengingat daya tarik visual semata tanpa didukung rasa yang solid berisiko membuat tren tersebut cepat memudar di mata konsumen.

 

Artikel Terkait