Idul Adha Sebentar Lagi, Ria Ricis Ungkap Masih Cari Hewan Qurban dengan Bobot Terbaik
Ricis mengaku dirinya sedang mencari sapi hewan qurban dengan bobot terbaik.
Pada penelitian yang dilakukan baru-baru ini di Loma Linda University Health, California, Amerika Serikat mengungkapkan pentingnya manfaat mengkonsumsi telur agar terhindar dari risiko Alzheimer. Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan keterampilan kognitif.
Mengutip laporan Science Direct para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa meningkatkan kemampuan kognitif hingga mengurangi risiko Alzheimer.
"Pada kelompok masyarakat yang sadar akan kesehatan ini, konsumsi telur dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang secara signifikan lebih rendah," tulis para peneliti seperti dalam laporan tersebut.
Lebih lanjut, para peneliti yang sudah mengamati lebih dari 40.000 orang selama lebih dari 15 tahun, serta hasilnya diterbitkan dalam Journal of Nutrition.
Dilansir dari SciTechDaily Profesor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat di Loma Linda University Health, Joan Sabate mengungkapkan para lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur setiap hari, lima kali sepekan, memiliki risiko terkena Alzheimer hingga 27 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi telur.
"Dibandingkan dengan tidak pernah mengonsumsi telur, mengonsumsi setidaknya lima butir telur per minggu dapat menurunkan risiko Alzheimer," kata profesor Joan Sabaté.
Sementara itu, para peneliti juga melihat manfaat pada orang yang jarang makan telur. Makan telur satu sampai tiga kali per bulan tetap ada gunanya karena dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer sebesar 17 persen.
Lantas, bagaimana jika makan telur dua sampai empat kali seminggu? Penurunan risiko Alzheimer disebut mencapai angka 20 persen.
Menurut para peneliti, telur mengandung banyak nutrisi penting. Sabaté menuturkan, telur adalah sumber kolin yang sangat baik, yang membantu tubuh memproduksi acetylcholine (asetilkolin) dan phosphatidylcholine (fosfatidilkolin).
Kedua senyawa tersebut penting untuk daya ingat, sekaligus membantu komunikasi antar-sel otak tetap lancar. Selain itu, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, jenis karotenoid yang menumpuk di jaringan otak. Kandungan ini dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih baik, serta membantu menurunkan stres oksidatif pada otak.
Kasus Alzheimer dalam studi ini diidentifikasi melalui diagnosis dokter. Data diambil dari catatan Medicare terhadap sekitar 40.000 peserta dan para peneliti mengikuti kondisi kesehatan peserta selama rata-rata 15,3 tahun.