Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Lapar Berlebihan dan Pusing Usai Olahraga, Kapan Dianggap Wajar?

 

Sebagian orang merasa sangat lapar, lemas, bahkan pusing setelah berolahraga. Meski tubuh seharusnya segar, keluhan ini cukup sering dialami, baik oleh pemula maupun mereka yang rutin berlatih. Dokter olahraga dan ahli gizi menyebut ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari yang ringan hingga yang perlu diwaspadai.

Melansir dari kumparan.com penyebab utama dari gejala tersebut adalah disebabkan oleh penurunan gula darah. Saat berolahraga, otot memakai glukosa sebagai bahan bakar. Jika berolahraga dalam keadaan perut kosong atau asupan karbohidrat sebelumnya kurang, kadar gula darah bisa turun sehingga muncul rasa lapar, gemetar, keringat dingin, dan pusing. Kondisi ini lebih rentan pada penderita diabetes yang memakai obat penurun gula darah.

Penyebab berikutnya adalah dehidrasi dan kehilangan elektrolit. Berkeringat banyak tanpa minum cukup membuat volume darah menurun, tekanan darah turun, dan otak mendapat aliran darah lebih sedikit. Akibatnya, kepala terasa ringan atau berkunang-kunang. Cuaca panas dan lembap seperti di Indonesia memperbesar risiko ini.

Tak hanya dua hal tadi, berhenti mendadak setelah latihan intens juga bisa menjadi salah satu faktornya. Darah yang terkumpul di otot kaki tidak segera kembali ke jantung sehingga tekanan darah turun sesaat. Karena itu, pendinginan dengan berjalan santai dan peregangan dianjurkan. Faktor lain meliputi anemia, kurang tidur, pola napas yang keliru saat latihan beban, serta terlalu memaksakan intensitas.

Untuk mencegahnya, para ahli menyarankan mengonsumsi camilan ringan berkarbohidrat satu hingga dua jam sebelum berolahraga, seperti pisang atau roti. Minum air secara bertahap sebelum, saat, dan sesudah latihan.

Setelah berolahraga, makan kombinasi karbohidrat dan protein dalam waktu satu jam untuk memulihkan energi dan otot. Jangan menaikkan intensitas latihan secara mendadak.

Jika pusing disertai nyeri dada, sesak napas, pingsan, jantung berdebar tidak wajar, atau muncul berulang meski sudah memperbaiki pola makan dan minum, segera periksakan ke dokter untuk menyingkirkan masalah jantung atau gangguan lain.

 

Artikel Terkait