Ilustrasi. Foto: Pinterest

Stroke Renggut Ratusan Ribu Nyawa Setiap Tahun, Pemerintah Ubah Fokus dari Mengobati ke Mencegah

Pemerintah Indonesia resmi mengubah arah kebijakan penanganan stroke, dari yang semula berorientasi pada pengobatan pasien menjadi pencegahan sejak dini. Perubahan strategi ini diumumkan menyusul data yang menunjukkan sekitar 337 ribu orang meninggal dunia setiap tahun akibat stroke, jumlah yang melampaui kematian akibat penyakit jantung maupun kanker di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Indonesia Collaborative Neuro-Networks Summit (ICONNS) 2026 di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026lalu. Menkes menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan kini difokuskan untuk menemukan masyarakat yang memiliki hipertensi, diabetes, maupun kolesterol tinggi sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi stroke.

Melansir dari TribunNews Budi Gunaidi menyebut prevalensi hipertensi di Indonesia hampir mencapai 20 persen, sementara diabetes lebih dari 10 persen, sehingga pengendalian faktor risiko dinilai jauh lebih efektif ketimbang menunggu pasien mengalami kelumpuhan atau komplikasi berat.

Sebagai bagian dari strategi baru ini, layanan penanganan stroke akan diperluas melalui penyediaan CT scan, pelatihan tenaga medis, serta peningkatan fasilitas kesehatan secara merata di berbagai daerah. Program Cek Kesehatan Gratis yang telah berjalan turut diperkuat untuk menjaring lebih banyak masyarakat berisiko sebelum gejala berat muncul.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala awal stroke, seperti wajah tiba-tiba merot, kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara pelo, hingga sakit kepala hebat yang muncul mendadak. Semakin cepat pasien mendapat penanganan medis, semakin besar peluang kesembuhan tanpa kecacatan permanen.

Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular, guna mendukung upaya nasional menekan angka kematian akibat stroke di tahun-tahun mendatang.

 

Artikel Terkait