Prediksi Cuaca Hari Ini dari BMKG, Indonesia Bagian Barat Perlu Waspada
BMKG juga memprakirakan curah hujan dengan intensitas ringan akan mendominasi dan membasahi sejumlah
Meski fenomena "mejeng" ala 1980-an telah lama surut, Blok M di Jakarta Selatan tetap bertahan sebagai salah satu kawasan tujuan utama anak muda Ibu Kota untuk nongkrong dan berburu kuliner. Kombinasi aksesibilitas transportasi umum, harga terjangkau, serta variasi tenant kekinian membuat kawasan ini terus ramai dikunjungi lintas generasi.
Dikutip dari liputan6.com jarak yang berdekatan dengan Stasiun MRT Blok M menjadi salah satu daya tarik utama. Sejumlah gerai kopi lokal yang menyasar anak muda hadir tak jauh dari stasiun, menawarkan menu dengan harga ramah kantong sebagai pilihan tempat singgah cepat maupun lokasi rehat sejenak setelah beraktivitas. Selain itu, deretan tenant seperti dimsum yang buka 24 jam turut menjadi favorit, terutama bagi mereka yang mencari makan tengah malam maupun sarapan pagi hari.
Tren kuliner nostalgia turut mewarnai kawasan ini. Sejumlah kafe mengusung konsep rumah masa kecil dengan suasana hangat, memadukan menu masakan rumahan khas Nusantara dengan pengalaman bersantap yang terasa akrab dan personal. Konsep semacam ini dinilai berbeda dari kafe kekinian pada umumnya yang cenderung mengedepankan tampilan estetik semata.
Selain jajanan kekinian, Blok M juga masih menyimpan kuliner legendaris yang bertahan puluhan tahun, salah satunya mi ayam yang telah beroperasi sejak 1984 di area pujasera basement Blok M Square. Perpaduan antara kuliner legendaris dan tenant baru inilah yang membuat kawasan tersebut tetap relevan sebagai destinasi nongkrong lintas generasi, dari remaja hingga mereka yang dulu pernah merasakan era kejayaan Blok M sebagai pusat gaya anak muda Jakarta.
Fenomena ini menegaskan bahwa daya tarik wilayah ibukota tidak melulu soal tren sesaat, melainkan juga kemampuannya beradaptasi sekaligus mempertahankan identitas khasnya di tengah perubahan selera generasi baru.