Ilustrasi. Foto: Pinterest

6 Kebiasaan yang Membuat Listrik Dirumah Jadi Boros

 

Kebiasaan sehari-hari dirumah ini menjadi penyebab penggunaan daya listrik menjadi semakin membengkak. Anda perlu memperhatikan hal-hal detail saat dirumah agar penggunaan listrik dirumah menjadi lebih efektif dan tak boros. Berikut ini ada 6 kebiasaan dirumah yang perlu anda waspadai.

Beberapa waktu belakangan media sosial tengah dihebohkan dengan adanya laporan dari seseorang yang ada di Solo. Dalam unggahannya itu ia mengatakan bahwa tagihan pembayaran listrik di indekosnya menjadi lebih mahal dibanding biasanya. Netizen pun ramai menanggapinya dengan menduga bahwa adanya kenaikan tarif yang dilakukan oleh PLN.

Sementara itu, PLN membantah adanya kenaikan tarif listrik pada periode Mei-Juni 2026. PLN pun memberikan penjelasan menanggapi kabar tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto menegaskan, tarif listrik masih mengacu pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik, PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik," ucap Gregorius Adi.

Meski demikian, Gregorius menjelaskan, kenaikan tagihan yang dirasakan sebagian pelanggan dapat dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi listrik di rumah tangga.

Berikut ini adalah 6 kebiasaan yang menyebabkan tagihan listrik anda menjadi lebih boros.

1.Membiarkan TV dalam mode standby

Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno menjelaskan, sebagian peralatan elektronik masih mengonsumsi listrik meski tidak sedang digunakan.

Menurut dia, televisi menjadi salah satu perangkat yang paling sering diabaikan. Banyak orang hanya mematikan TV menggunakan remote sehingga perangkat tetap berada dalam mode standby dan masih menyedot daya listrik.

"Kalau yang kebanyakan masyarakat sering abai biasanya TV, karena untuk TV sekarang kebanyakan letak tombol off-nya agak susah dijangkau, sehingga kebanyakan masyarakat hanya mematikan lewat remote (mode standby)," ucap Toto Sukisno.

Toto menjelaskan, selama sumber listrik masih terhubung, TV tetap mengonsumsi energi meski layar tidak menyala. Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus, maka dapat menambah penggunaan listrik dan membuat tagihan menjadi lebih boros.

2.Menyalakan AC saat tidak digunakan

Dosen Teknik Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat mengatakan, AC berkapasitas kecil sekalipun membutuhkan daya sekitar 300 watt.

"Dilihat dari peluang pemborosan listrik tanpa terpakai itu AC. Karena AC membutuhkan daya yang besar, sementara ruangan belum tentu selalu ada orangnya," ujar Syarif.

Menurut Syarif, penggunaan AC di ruangan kosong menjadi salah satu sumber pemborosan listrik yang paling sering terjadi di rumah tangga.

3. Membiarkan lampu tetap menyala

Kebiasaan membiarkan lampu menyala di ruangan yang tidak digunakan juga dapat meningkatkan konsumsi listrik. Syarif menjelaskan, lampu merupakan perangkat yang digunakan hampir setiap hari dengan durasi yang relatif lama.

Meskipun daya satu lampu hanya sekitar 7-10 watt, penggunaan yang terus-menerus tetap berpengaruh terhadap tagihan listrik.

"Lampu itu kadang-kadang ruangan tidak diperlukan, nyala terus," kata Syarif.

4. Tidak mencabut colokan listrik

Membiarkan colokan listrik tetap terhubung saat perangkat elektronik tidak digunakan juga dapat memicu pemborosan energi. Akademisi Kelompok Keahlian Teknik Ketenagalistrikan STEI ITB, Deny Hamdani, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikenal sebagai standby power atau daya siaga.

"Pada prinsipnya ketika listrik on pasti ada konsumsi, apakah saat digunakan atau tidak digunakan tapi on atau standby, dikenal sebagai standby power," ujar Deny.

Menurutnya, televisi, modem, hingga perangkat elektronik lain yang tetap terhubung ke listrik masih dapat menyerap energi meski sedang tidak digunakan. Bahkan, sejumlah survei menunjukkan standby power dapat menyumbang hingga 10 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga.

5. Membiarkan charger tetap tertancap

Kebiasaan membiarkan charger ponsel atau laptop tetap terpasang di stop kontak meski tidak digunakan juga dapat meningkatkan konsumsi listrik.

Dikutip dari Kontan, satu charger yang tetap terhubung ke listrik dapat mengonsumsi daya sekitar 0,26 watt. Selain menyebabkan pemborosan energi, kebiasaan ini juga berpotensi mempercepat kerusakan komponen internal charger.

"Kondisi ini juga meningkatkan risiko kebakaran, terutama jika charger memiliki kualitas rendah atau instalasi listrik tidak memadai," ujar Dosen Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Muhammad Nizam.

6. Terlalu sering membuka pintu kulkas

Kulkas juga menjadi salah satu perangkat yang berpotensi meningkatkan konsumsi listrik apabila digunakan secara tidak tepat. Membuka pintu kulkas terlalu lama atau terlalu sering dapat menyebabkan suhu di dalamnya naik. Akibatnya, kompresor harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu ke kondisi normal.

Selain itu, pengaturan suhu yang terlalu rendah serta kondisi kulkas yang terlalu penuh atau terlalu kosong juga dapat memengaruhi efisiensi penggunaan listrik. Agar tetap hemat energi, suhu kulkas idealnya dijaga pada kisaran 1-3 derajat Celsius sehingga makanan tetap segar tanpa membuat perangkat bekerja berlebihan.

Artikel Terkait