Sosialisasi Program MBG Hadir di Sari Bunga Mas Lahat, Dapur SPPG Segera Dibangun Jangkau Penerima Manfaat
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asup
Saat seseorang bangun tidur dipagi hari biasanya sering mengalami kondisi yang kurang mengenakan karena bau mulut yang tercium. Kondisi tersebut tentu bisa membuat keadaan tak nyaman saat bangun tidur namun ternyata umum terjadi.
Bau mulut tersebut penyebab utamanya bukan karena ada “racun” yang keluar dari tubuh atau sisa makanan yang membusuk di lambung. Sebagian besar bau napas pagi justru berasal dari perubahan yang terjadi di dalam mulut selama tidur.
Kondisi bau mulut di pagi hari (morning breath) adalah hal wajar karena produksi air liur berkurang saat tidur, memicu bakteri berkembang biak. Penyebab utamanya adalah mulut kering, sisa makanan, dan kebersihan mulut kurang terjaga.
5 Fakta penyebab bau mulut:
Produksi air liur menurun saat tidur
Saat tidur, tubuh memproduksi air liur dalam jumlah lebih sedikit dibanding siang hari. Padahal, air liur punya fungsi penting, seperti membantu membersihkan sisa makanan, mengontrol jumlah bakteri, dan menjaga mulut tetap lembap.
Ketika produksi air liur berkurang, mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang lebih cepat, terutama di lidah, sela gigi, dan sekitar gusi. Bakteri lalu memecah sisa makanan, sel kulit mati, lendir, dan protein di dalam mulut, lalu menghasilkan senyawa berbau tidak sedap.
Bau napas berasal dari senyawa sulfur
Bau khas napas pagi biasanya berasal dari volatile sulfur compounds atau senyawa sulfur yang mudah menguap. Beberapa senyawa yang paling sering ditemukan adalah hidrogen sulfida, methanethiol, dan dimethyl sulfide. Bau dari senyawa ini sering digambarkan seperti telur busuk, kubis busuk, atau aroma menyengat lainnya.
Menurut studi, kadar senyawa sulfur ini paling tinggi tepat setelah bangun tidur, lalu menurun secara signifikan setelah makan, minum, atau membersihkan mulut.
Lidah sering menjadi sumber utama bau
Banyak orang fokus menyikat gigi, tetapi lupa membersihkan lidah. Padahal, permukaan lidah yang kasar bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri, sisa makanan, dan sel mati.
Bagian belakang lidah terutama menjadi area favorit bakteri karena lebih lembap dan sulit dibersihkan hanya dengan berkumur. Membersihkan lidah dapat membantu menurunkan kadar senyawa sulfur lebih baik dibanding hanya menyikat gigi.
Tidur dengan mulut terbuka bisa memperparah
Orang yang tidur mendengkur, punya hidung tersumbat, alergi, atau kebiasaan bernapas lewat mulut biasanya lebih sering mengalami napas pagi yang sangat bau.
Penyebabnya sederhana: udara yang terus masuk dan keluar lewat mulut membuat rongga mulut menjadi lebih kering. Makin kering mulut, makin cepat bakteri berkembang dan menghasilkan bau.
Makanan tertentu juga bisa membuat napas lebih bau
Makan bawang putih, bawang merah, kopi, alkohol, atau makanan tinggi gula pada malam hari bisa membuat napas pagi lebih kuat baunya.
Bawang dan bawang putih mengandung senyawa sulfur yang diserap ke aliran darah lalu dikeluarkan lagi lewat paru-paru. Sementara itu, makanan manis memberi “makanan” bagi bakteri di dalam mulut. Kopi dan alkohol juga bisa memperburuk mulut kering.