Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Media Sosial Ubah Cara Gen Z Memandang dan Memakai Hijab

 

Media sosial membentuk tren hijab di kalangan Generasi Z. Platform seperti Instagram dan TikTok menjadi etalase gaya, tempat kreator berbagi tutorial, ulasan produk, dan inspirasi padu padan, sehingga perubahan tren kini berlangsung lebih cepat dari sebelumnya. Fenomena ini menjadi ramai dibicarakan di media sosial karena semakin berkembang pesat.

Dilansir dari liputan6.com gaya hijab yang berkembang cenderung praktis dan ekspresif. Hijab instan, pashmina ringan, atau voal dengan lilitan sederhana banyak diminati. Warna pastel dan netral, serta perpaduan hijab dengan pakaian kasual atau gaya kerja, menunjukkan upaya generasi muda menyeimbangkan nilai religius dan selera mode.

Media sosial juga membuka peluang ekonomi yang cukup menjanjikan. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah menjual hijab secara daring, memanfaatkan fitur siaran langsung dan kreator konten. Brand lokal dapat menjangkau konsumen lintas kota tanpa toko fisik, dan kreator hijab mendapat sumber penghasilan baru.

Namun, ada sisi lain yang dicatat para pengamat. Banjir konten dapat mendorong perilaku konsumtif karena tekanan untuk selalu mengikuti tren. Standar penampilan yang dibentuk media sosial berpotensi menimbulkan rasa tidak percaya diri. Selain itu, hijab sebagai bagian dari keyakinan kadang dipandang semata sebagai produk gaya.

Pengamat menyarankan pengguna menyaring informasi dan memilih tren sesuai kenyamanan dan anggaran. Orang tua dan pendidik dianjurkan mendampingi anak muda dalam memahami makna hijab di balik tren. Pelaku industri didorong menjaga kualitas bahan, harga terjangkau, dan produksi yang bertanggung jawab.

Pada akhirnya, media sosial berperan sebagai alat. Dampaknya bergantung pada cara penggunanya memanfaatkan, apakah untuk berekspresi dan berkarya, atau sekadar mengikuti arus.

 

Artikel Terkait